Beranda Artikel Kamu Anak Kos dan Bisa Nulis? Ini Pekerjaan Yang Cocok Buatmu

Kamu Anak Kos dan Bisa Nulis? Ini Pekerjaan Yang Cocok Buatmu

Honor yang didapatpun tak tanggung-tanggung. Tulisan 2-3 kalimat itu dihargai 50 ribu. Lumayan kan buat ngajak gebetan makan di tempat favoritnya.

2958
menulis, editor,
menulis itu proses menyejarah

Kebutuhan anak kos ternyata beragam juga. Mulai urusan harian, seperti makan minum, uang pulsa, transportasi hingga kebutuhan bulanan seperti bayar kos.Selalu menghantui. Belum lagi punya pacar, tiap malam minggu ngajak jalan. Kebayangkan berapa duwet yang harus dikeluarkan setiap bulan. Lantas, pemasukan itu dari mana wahai anak kos?

Ternyata ada tiga pemasukan anak kos. Pertama, mengandalkan kiriman orang tua. Kedua, dapat beasiswa dan ketiga bekerja. Pemasukan pertama dan kedua tidak saya bahas disini, karena itu bikin anak kos malas. Saya akan bahas soal bekerja. Dalam konsep Marx, kerja sendiri dibedakan menjadi dua kerja sebagai proses menyejarah atau kerja untuk survive atau sekedar menyambung hidup diperantauan. Tapi saya juga tidak mau memperpanjang ini. Memet tauk.

Kembali lagi ke kerja. Kira-kira pekerjaan sambilan apa yang cocok untuk anak kos dan bisa menulis?

SEBAGAI NOTULENSI

Bila kamu anak kos dan aktif di organisasi atau LSM, maka tak asing lagi dengan istilah notulensi. Jadi, jika ada teman atau lembaga meminta kamu menjadi notulensi, jangan ragu, lansung sikat saja. Terutama diacara-acara seminar , workshop atau pelatihan, karena honor yang didapat lumayan memuaskan. Sehari saja kamu bisa digaji antara 300 ribu sampai 600 ribu, tergantung siapa yang mengadakan. Kerja ini modalnya cuma kamu aktif di organisasi dan memiliki kemampuan nulis yang cepat dan telaten. Saya punya teman yang dulu sering menjadi notulensi seperti Intan Pratiwi dan senior Budi Oza. Jika kamu tertarik pekerjaan ini bisa minta tips dari mereka.

SEBAGAI PENULIS BUKU

Industri perbukuan di Indonesia semakin gencar, persaingan semakin ketat, banyak penerbit yang mencari dan memerlukan naskah untuk diterbitkan. Biasanya ada dua cara, pertama penerbit meminta tulisan pada penulis buku. Kedua penulis buku mengirimkan naskah pada penerbit. Jika kamu punya Naskah novel maka jangan ragu ajukan pada penerbit yang setipe dengan tema novel kamu. Atau kalau kamu punya kenalan penerbit jangan takut mintalah naskah kepada mereka untuk kamu tulis menjadi sebuah buku. Di Yogyakarta kamu bisa mengirim dan meminta naskah ke penerbit macam Diva Press. Sebelum kamu ke penerbit Diva Press coba kamu rayu dulu cak Edy Mulyono karena dia lah CEOnya.

SEBAGAI EDITOR

Editor buku atau konten biasanya ada dua, ada yang full time, ngantor dan ada pula yang freelance artinya garapan naskahnya bisa dikerjakan di dalam kamar kos atau dimanapun berada. Soal edit mengedit ini, kamu bisa tanya pada editor sebuah penerbit buku yang terkenal di Yogyakarta. Mbak Afivah Ve atau kamu langsung tanya saja ke editor Mojok.co, Eddward S Kennedy. Terserah.

IKUT LOMBA MENULIS

Banyak sekali lomba menulis yang diselenggarakan lo, tapi mungkin kamunya saja yang kurang begitu update entah karena malas atau kurang usaha (sama aja mas). Lomba menulis biasanya, lomba karya ilmiah, lomba artikel dan lomba cerpen atau puisi. Kamu tinggal update di twitter akun penyedia informasi lomba semisal @infokuis. Saya juga  punya temen yang pernah juara lomba nulis. Kamu bisa tanya-tanya ke Ilmi El-Banna dan Senior Roesly.

SEBAGAI PENERJEMAH

Jangan salah ternyata banyak penerbit, lembaga maupun perusahaan yang membutuhkan penerjemah untuk kepentingan akademik maupun profit. Modalnya satu, kamu bisa dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa asing. Untuk bahasa arab saya punya kawan yang sering nerjembah untuk sebuah jurnal, ia adalah Maghfur MR, kerjaannya di kos ya nerjemahin gitu deh. Sementara untuk bahasa Inggris, saya punya teman pengusaha, Ifa Mariya, dia penggagas Nerjemahin.com, sebuah portal bisnis dibidang terjemahan baik untuk skripsi, tesis atau nahkan lainnya. Nah, coba kamu lobi mereka siapa tahu kamu di ajak proyeknya. hehe

PENULIS MEDIA MASSA

Menulis media massa ini ternyata banyak dilakukan oleh anak kos yang berstatus mahasiswa. Karena menulis media lebih dekat dengan kesehariannya, baik dari segi keilmuan maupun di keterampilan. Honor yang didapat pun beragam mulai dari 50 ribu sampai 1 juta per tulisan. Wau bukan. Honor ini tergantung media yang memuat tulisan kamu. Kamu bisa cek daftar honornya disini (daftar honor media).

Caranya cukup mudah, kamu bisa nulis cerpen, puisi, opini maupun resensi? Bisa. Kemudian tulisan kamu kirim ke email media yang kamu kehendaki. Tunggu jika tulisan kamu dimuat nanti kamu akan mendapat konfirmasi dan honor langsung dikiirim ke rekening pribadimu. Senior saya yang masih rajin menulis di media massa adalah Muhammadun As dan Djoko Wahyono. Kamu bisa konsultasi kepada beliau berdua. Insya Allah mereak akan menjawab dengan baik dan memuaskan.

SEBAGAI CONTENT WRITER

Meski pekerjaan ini tidak bisa di jadikan sebagai penghasilan utama, tapi setidaknya lumayan buat uang jajan dan biaya koneksi internet kamu selama ini. Pekerjaan ini sangat cocok buat anak kos yang suka ngeblog dan berdiam diri di kamar. Cara kerjanya mudah, kamu nanti akan dapat email tentang apa saja yang harus kamu tulis. Honor yang kamu dapat sekitar Rp. 150.000 РRp. 500.000/bulannya. Teman dekat saya yang ikut content writer adalah Anick Aveus dan Nur Cholish Ch. Coba deh kamu tanya ke mereka, siapa tahu kamu tertarik.

MENJADI PENULIS SUNGGUH-SUNGGUH TERJADI ATAU TERJADI SUNGGUH-SUNGGUH

Kolom konten ini hanya terdapat di Yogyakarta, tepatnya di Koran Kedaulatan Rakyat dan Koran Merapi. Isinya tentang apapun asalkan itu benar-benar terjadi, tulisannya pun tak panjang hanya satu paragrap atau sekitar 2-3 kalimat. Biasanya terdapat di kolom pojok kanan bawah halaman muka Kedaulatan Rakyat (untuk KR) dan halaman muka kiri pinggir (untuk Koran Merapi). Honor yang didapatpun tak tanggung-tanggung. Tulisan 2-3 kalimat itu dihargai 50 ribu. Lumayan kan buat ngajak gebetan makan di tempat favoritnya. Orang yang berpengalaman soal ini adalah mas Bramma Aji dan penjual buku Amin Sahri. Ga percaya! cobalah kontak mereka berdua.

BERBAGI
Taufiqo
Seorang Perantau yang bercita-cita ingin punya kos sendiri