Beranda Artikel Kamu Masih Jomblo? Jangan Kuatir, Ada 52 Juta Teman di Belakangmu

Kamu Masih Jomblo? Jangan Kuatir, Ada 52 Juta Teman di Belakangmu

Tulisan ini bermaksud memberi gambaran bahwa status jomblo sepenuhnya bukan kesalahan, tetapi sesuatu yang telah terkondisikan oleh keadaan zaman

1514
jomblo, anak kos, jones, mesum, pacaran,
anak kos jomblo

Kamu anak kos dan masih jomblo??? Jangan kuatir dan jangan buru-buru meninggalkan tulisan ini karena merasa terintimidasi. Sebab, dalam kategori jomblo ngenes (Jones), jomblo bahagia (Jogia) atau pun jomblo kuper (joker), pada hakekatnya tetap lah jomblo (masih saja di bully). Ok, kali ini tidak. Jadi tenang saja atas ke-jomblo-anmu, karena itu bukan lah sepenuhnya menjadi akhir hidupmu. Mungkin kamu harus membenahi dahulu apa yang menyebabkanmu masih jomblo, jangan-jangan daya tarikmu terhadap lawan jenis kurang greget.

Jomblo atau sebutan yang disandangkan orang yang tidak memiliki pasangan ini sangat lah populer. Bagi anak muda dengan status jomblo bagai anak kambing yang dipoles menor ditonton banyak mata, ditertawakan, diejek dan diberi label yang neko-neko. Hal tersebut menjadi hal yang diwajarkan meskipun itu termasuk aib, aib yang menurut Mamah Dedeh – Barangsiapa yang mengumbar-umbar aib orang lain akan mendapatkan dosa dan dihukum di akhirat kelak.

SEPANJANGAN TAHUN 2015 DI INDONESIA TERDAPAT 52 JUTA JOMBLO

Ketika kamu sudah terlalu lama menjomblo sebenarnya itu bukan ketetapan takdirmu yang harus dijalani, tetapi bisa jadi dikarenakan kesibukanmu, tugas kampus menumpuk, dan dikejar deadline kerjaan. sehingga kamu tak sempat memikirkan pasangan. Fakta menyebutkan bahwa kebanyakan jomblo merupakan seseorang yang memiliki pendidikan tinggi, karier yang bagus dan mempunyai finansial yang cukup. Tak heran jika menurut data tempo.co dari salah satu biro jodoh di Indonesia yang didirikan oleh Razi Thalib, Setipe.com, angka jomblo di Indonesia mencapai 52 juta orang di tahun 2015. Tentu bukan jumlah yang sedikit. Kategori jomblo tersebut menurut Riza berusia antara 18- 40 tahun.

TIAP TAHUN JUMLAH JOMBLO MENINGKAT DUA PERSEN

Data lain, menurut riset yang dilakukan oleh Zola Yoana, si empunya Heart Inc mengungkapkan jomblowan- jomblowati yang di atas usia 27 tahun pada tahun 2010-2014 meningkat dua persen setiap tahunnya. Dari tahun 2010 jumlah jomblowan mencapai 4,9 juta orang sementara jomblowati dikisaran 4,7 juta. Hingga pada tahun 2014 terjadi lonjakan jumlah jomblowan menjadi 5,1 juta serta jomblowati menjadi 5 juta. Sedangkan di tahun 2016 anda bisa menghitungnya sendiri, setiap tahun melonjak dua persen.

Maka tak heran jika kebanyakan kawula muda-mudi sekarang berstatus jomblo. Kamu tidak percaya? Buktikan sendiri dengan mencermati orang-orang sekitarmu. Mungkin seseorang yang sedang duduk bersamamu saat membaca tulisan ini sedang menjomblo atau teman satu kosmu yang suka malam minggunya nonton film di kamar mulu. Pasti ia jomblo.

PENGUNJUNG SITUS JOMBLO.COM SEMAKIN HARI MENINGKAT

Jika kamu masih kurang yakin data yang di atas, saya suguhkan lagi fakta seputar dunia jomblo. Di tahun 2014 ada salah satu situs jomblo.com yang diluncurkan oleh Darrick Richili memiliki 9000 orang pengunjung, setelah dua minggu meroket sampai 20 ribu pengunjung.

Derrick mengaku pengguna jasa jomblo.com yang dikutip dari Tribunnews.com terbanyak dari kota Jakarta 50%, selain itu Surabaya sekitar 10%, Bandung dan Yogyakarta menyumbang masing-masing 7%, Medan 5% dan Semarang 2,5%.

Sebenarnya masih banyak lagi data-data yang intinya tiap tahunnya angka jomblo mengalami kenaikan. Maka dari itu, daripada banyak memaparkan data-data yang akan membuat pembaca, khususnya para jomblowers semakin meresah- dengan gejala; pusing-pusing, suka ngelamun dan update status kata-kata puitis di medsos.

JOMBLO SUDAH TERKONDISIKAN KEADAAN

Tulisan saya disini bukan bermaksud menambahi kerumitan hidup pembaca, anak kos yang menjomblo, tetapi bermaksud memberi gambaran bahwa status jomblo sepenuhnya bukan kesalahan, tetapi sesuatu yang telah terkondisikan oleh keadaan zaman sekarang. Tuntutan sekarang yang semakin materialis membuat seseorang harus bekerja keras menunjang karier.

Apabila ke-jomblo-anmu tidak disebabkan oleh kesibukan pendidikan dan karier, ada dua kemungkinan. Pertama, kamu terlalu sibuk berkutat dengan kenangan bersama mantan. Kedua, kamu sibuk memikirkan orang lain sehingga lupa bagaimana cara bercermin…hehe

BERBAGI
Najib Ahmad
Penulis lepas bertempat di Dangkang Aksara Istitute Yogyakarta