Beranda Artikel Fakta-Fakta dibalik Kematian 3 Mahasiswa Diksar Mapala Unisi, Anak kos Wajib Ngerti

Fakta-Fakta dibalik Kematian 3 Mahasiswa Diksar Mapala Unisi, Anak kos Wajib Ngerti

'Ingat, nyawa kalian sudah ada di atas materai 6000” tutur ayah Abyan menirukan penjelasan anaknya

887
fakta kematian mahasiswa uii
dok.istimewa

Wahai anak kos, kamu sudah dengar belum kalau nama kampus Universitas Islam Indonesia lagi hits lantaran tiga mahasiswanya meninggal usai mengikuti Pendidikan Dasar Mapala UII (Mapala Unisi). Dua dari mereka adalah anak kos loh yang satu anak rumahan.

Mereka adalah Muhammad Fadli yang meninggal saat dilarikan ke RSUD Karangayar. Ilham Nurfadmi Listia dan Syaits Asyam yang sama-sama meninggal di Rumah Sakit Bathesda Yogyakarta. Serta Abyan Razaki yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit JIH Yogyakarta.

Nah berikut adalah beberapa fakta kegiatan Mapala Unisi yang bisa dijadikan pelajaran bagi para anak kos yang akan akan mengikuti pelatihan Mapala atau mirip Mapala.

Kasus Ini didatangi langsung oleh Kemesristek Dikti

Setelah mendengar kabar kematian mahasiswa UII, pihak kemenristek langsung datangi Kampus UII untuk melihat langsung kejadian yang terjadi.

Menjadi Sorotan Media

Atas kematian 3 mahasiswa itu, kini Kasus Mapala Unisi menjadi perhatian khalayak dan mengundang berbagai respon baik dari media massa maupun media sosial. pemberitaan pun bertubi-tubi, seperti puzzle cerita yang dipotong-potong.

Ditemukan ada patah tulang di tubuh Asyam

Petugas medis yang memeriksa mahasiswa asal Dusun Jetis, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman itu menemukan korban mengalami patah tulang di sekujur tubuh yang menyebabkan terjadinya multiple trauma.

Ketika dibawa ke RS Asyam juga mengalami Diare

Selain ditemukan patah tulang di sekujur tangan, kaki dan punggung, kondisi Asyam juga sendang mengalai sakit Diare dan gagal nafas sebelum akhirnya ia menginggalkan Mapala Unisi untuk selama-lamanya

Asyam dicambuk rotan dan tali perusik

Untuk menguji kekuatas peserta, Asyam dipukul, dicambuk dan disuruh mengangkat beban air serta ia sempat di injak kakinya sampai kukunya mengelupas.

Muhammad Fadli mengalami luka punggung

Mahasiswa asal Batam ini sebelum meninggal ditemukan luka di tangan dan punggung. Ia meninggal saat perjalanan ke RSUD Karangayar Jawa Tengah.

Ilham mengalami luka fisik parah

Seperti Asyam dan Fadli, Ilham mengalami luka di bagian tangan, jempol kaki yang hampIr copot dan anehnya ilham juga mengerluarkan darah dari anus.

Kamar Kos sebagai benteng bertahan 

Karena sakit, Ilham istirahat di kamar kos selama dua hari. Pada hari kedua tubuh hari sudah lemas dan ia ditemukan tergeletak di depan kamar kos sebelum akhirnya dilarikan ibu kos dan teman temannya ke Bathesda. Ilham meninggal di ruang ICU.

Abyan masih dirawat di JIH dalam kondisi luka fisik

Dari fisik mauapun jiwa abyan mengalami kekerasan. Ia diantar paniat ke kos nya. Tubuh baigan lengan luka, paha dan pungggung bernanah akibat sabetan rotan. Dan ia trauma akibat kekerasan dan kehilangan teman seperjuangannya.

Nyawa Peserta Diksar di tukar dengan materai 6000

Sebelum pelatihan peserta mendatangani kesanggupan mengikuti pelatihan bermaterai. ‘Ingat, nyawa kalian sudah ada di atas materai 6000” tutur ayah Abyan menirukan penjelasan anaknya.

Ketiga Korban memiliki luka fisik yang hampir sama

Mereka sama sama memiliki semacam luka cambukan di tangan, kaki dan punggung. Kuku kaki mereka juga mengalami luka BERAT, bahkan jelpol kaki Ilham hampir copot.

Ayah Korban meminta pertanggungjawaban Panitia

Syafi’i, ayah almarhum Ilham meminta Panitia Diksar harus bertanggung jawab atas kematian tiga orang akibat kegiatan itu. “Mereka, panitia terutama, harus bertanggung jawab terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh mereka,” kata Syafi’i di rumah duka, Lombok Timur, Nusa Tenggar Barat.

Rektor UII Langsung Mengundurkan diri

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Harsoyo mengundurkan diri dari jabatannya. Harsoyo mundur pada Kamis 26 Januari 2017. Keputusan itu diambil sebagai tanggung jawab atas tragedi meninggalnya tiga mahasiswanya. Tapi sumber lain mempertanyakan “sikap mundur diri apakah sebagai upaya untuk melarikan diri dari masalah?’”

Sampai saat ini peristiwa ini masih dalam proses penyidikan pihak kepolisian dan menjadi kajian bersama bagi insan akademik serta menjadi perhatian bagi anak kos diseluruh dunia.

BERBAGI
Kontributor
Kontributor sejati anakkos.com