Beranda Artikel Ketika Harga Sewa Kos di Jogja Tak Lagi Murah

Ketika Harga Sewa Kos di Jogja Tak Lagi Murah

75
harga sewa Kos Jogja, kost jogja, kost murah, kos murah,
dok.

Mencari kos-kosan hari ini gampang-gampang sulit. Gampang jika punya saku tebal, tapi sulit minta ampyeun jika cari yang murah, dekat kampus, luas apalagi bersih. Kondisi ini persis seperti mencari pacar di zaman Jempol lebih banyak bergerak dari pada anggota tubuh lainnya ini. Kita harus punya modal besar untuk mendapatkan pacar incaran. Jika tidak, kita hanya akan mendapatkan pacar seadanya-untuk tidak mengatakan bekas-.

Yogyakarta sebagai salah satu destinasi pendidikan favorit, menjadikannya tiap tahun banjir pendatang untuk mengenyam pendidikan. Fenomena ini dibaca oleh para pengembang kos-kosan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Alhasil Jogja banjir kos-kosan. Lantas bagaimana kondisi kos-kosan di Jogja hari ini?

Cari kos kosan di Jogja merupakan pekerjaan yang melelahkan

Sebagai seorang pendatang dengan uang saku minim, saya mencoba mencari kos di kota pelajar ini yang sederhana-untuk tidak mengatakan murah. Akan tetapi seharian mencarinya saya tidak menemukan, bahkan dihari kedua hasilnya  pun nihil, sampai akhirnya saya terkejut dengan harga kos-kosan di kota Gudeg ini.

Rata-rata harga kos-kosan yang saya jumpai di Jogja sudah mencapai 400-700 ribu perbulan. Bagi saya ini sulit, sebab orang tua dirumah hanya mampu mengirim uang perbulan 700 ribu, kalaupun kurang, saya harus mencari tambahan sendiri.

Sampai disini saya tidak menyerah untuk mendapatkan kos murah, setelah hampir satu minggu akhirnya saya dapat harga 250 ribu perbulan, dan itupun jauh dari kota-untuk tidak mengatakan terpencil. Kondisi kosnya pun seadanya.

Baca Cuk:  Jenis-jenis Buku yang Hanya Pewe Ketika dibaca di bilik Kamar Kos

Klasifikasi Kos berdasarkan harga, ada uang ada rupa

Harga kos-kosan yang saya temui dengan harga 350-400ribu perbulan ternyata tanpa isi alias kosongan, dengan ukuran 3×3 meter. Kondisinya sederhana, tidak dilengkapi dapur umum dan pemilik kos kurang memperhatikan ventilasi kamar. Sehingga kamar kos terasa pengap.

Sementar kamar kos dengan harga 450-500ribu perbulan lebih baik, jumlah kamar mandinya lebih banyak dan kamar kosnya sudah isi kasur. Terdapat garasi dan memiliki dapur umum. Dan kos dengan budget  600-700ribu perbulan sudah tergolong lumayan, kamar mandi dalam, dan dapat fasilitasnya internet untuk setiap kamarnya, parkirnya pun lumayan luas.

Marak kos Eksklusif sekaligus kos bebas

Daerah-daerah strategis dan cukup ramai di Jogja ternyata juga dimanfaatkan oleh pengembang untuk membangun kos-kosan eksklusif. Salah satu kos eksklusif yang saya temui didaerah Ringroad, Pogung, utara Kampus UGM yang memberikan tarif mencenangakan bagi saya, betapa tidak, sebulan kita harus merogoh kocek sebesar 2-3 juta. Akan tetapi fasilitas yang ditawarkannya sih lengkap, ada springbad, AC, Kulkas, TV, Internet dan kamar mandi dalam, air hangat. Dan tentunya privasi serta keamanan anak kos disana terjamin.

Sementara untuk kos yang semi ekslusif bisa kamu temui disekitaran Jl Kaliurang Km.6 dengan uang sewa 1,7 per bulan. Fasilitasnya selling point balkon pribadi di setiap kamar, parkir aman 24 jam, Jam kunjung bebas dan kamar mandi dalam.

Baca Cuk:  Potret Kamar Kos Dari Berbagai Negara, Nomer 4 Greget

Bajilaknya, kos-kosan tersebut sudah terisi penuh.

kamar-kos-eksklusif
kamar kos eksklusif

Semakin dekat Kampus, Harga Kos semakin mahal

Penuhnya kos-kosan di Jogja selain marketing yang bagus, juga akibat pertimbangan orang tua. Saya pernah tanya kepada penjaga kos eksklusif. ‘’Pak mengapa kosnya kok bisa penuh?” “Soalnya dekat kampus mas, dekat dengan pusat pembelanjaan serta keamanan disini dijamin,” jawabnya.

‘’Pak mengapa kosnya kok bisa penuh?” “Soalnya dekat kampus mas, dekat dengan pusat pembelanjaan serta keamanan disini dijamin,” jawabnya.

Sehingga banyak orang tua yang rela mengeluarkan uang 2 juta perbulan buat sewa kos anaknya. Karena ia berpikir,dengan ngekos dekat dengan kampus, anaknya tidak perlu bawa sepeda motor, lingkungannya pun dekat dengat makanan, fotocopy, rumah sakit, sehingga akan mempermudah si anak saat diperantauan. Sehingga anak tidak neko-neko, anak berada di atmosfer pendidikan, belajar aman-nyaman dan masa depan gemilang.

Kampus sebagai penyumbang kejahatan harga kos-kosan

Jogja sebagai kota yang memiliki Kampus seabrek menjadi alasan kuat para perantau datang dan tinggal sementara. UGM, UNY, UPN, UII, UIN, UAD, ISI dan sejumlah kampus besar lainnya adalah contoh nyatanya. Tak ayal, jika adek-adek Jakarta dan luar jawa ramai-ramai datang ke Jogja tiap tahunnya. Kondisi inilah yang dibaca para pengembang kos-kosan sebagai peluang emas untuk menaikkan harga kos-kosan.

Pengembang kos-kosan sebagian besar bukan orang Jogja

Ironisnya, sebagian besar para pemilik kos-kosan eksklusif di Jogja bukan orang asli Jogja. Mereka membuat kos-kosan murni sebagai bisnis dengan cara memanfaatkan lahan semaksimal mungkin. Biasanya lantai satu jadi tempat parkir, baru kemudian lantai 2,3,4 sebagai kamar.

Baca Cuk:  7 Fakta Film G 30 S PKI yang Wajib Anak Kos Ketahui

Kondisi bangunan yang mirip apartemen tersebut membuat para anak kos individualis, Jauh dari fenoma anak kosan tahun 2000an kebelakang yang masih guyup rukun sama warga. Kalau anak kos hari ini?  Jangan harap anak kos Jogja sekarang bisa dekat dengan warga, dekat dengan induk semangnya saja belum tentu, sebab kebanyakan mereka tinggalnya di luar kota. Tidak percaya? Bisa di cek sendiri.

Terjadinya Pergeseran Paradigma Anak Kos

Fenomena kos-kosan di Jogja dengan harga naudubillah kejamnya tersebut, sepertinya didorong oleh perubahan paradigma tentang anak kos itu sendiri. Anak kos yang dulu dipandang sebagai anak yang jauh dari orang tua, anak yang ngirit, hidupnya penuh dengan tirakat, serta bisa survive dengan caranya masing-masing.

Kini anak kos dipandang sebagai peluang potensial untuk memenuhi kantong-kantong rupiah para pebisnis. Sekilas anak kos hari ini dieksploitasi dengan memanfaatkan kebaikan orang tua kepada anaknya. Sementara orang tua dirumah justru bangga jika anaknya diperantauan bisa tinggal ditempat yang nyaman-untuk tidak menyebut mahal.

Betapa mengerikannya perubahan harga Kos-kosan di kota pelajar ini?

BERBAGI
Fuad Sandiago Uno
membela kepentingan umat, mengurangi maksiat