Beranda Artikel Buku, Pesta, Cinta dan Anak Kos

Buku, Pesta, Cinta dan Anak Kos

148
kisah cinta anak kos

Wanita adalah Dewa, Wanita adalah kehidupan, Wanita adalah perhiasan….” (Mahacina Kramasara)

anakkos.com – Aku terpesona dengan sosok Ken Dedes, yg digambarkan sebagai puncak kecantikan paripurna dalam novel pramoedya ananta toer. Tak tahu, apakah dia secantik Ratu Wilhelmina waktu muda dengan rambut pirang tergerai, atau seperti Annelies Mellema dengan mata sekelip kejora. Dulu waktu SMA aku sengaja meluangkan waktu untuk membacanya, di sebuah pojokan masjid waktu semua temanku tidur.

Yah, Dedes Jatuh cinta pada pemuda murid Bapaknya dan gurunya Dang hyang lohgawe. Arok, seorang pemuda yg ambisius dan licik sekaligus banyak akal dan ternyata Tingkatan ilmunya adalah seorang Wasi, satu tingkat di bawah resi lalu selanjutnya adalah begawan. Dedes begitu terpesona ketika Arok membacakan mahacina kramasara dalam sanskerta, bahasa para dewa. Dedes terperanjat tanpa bisa berkata apa2 ketika mata Arok memancarkan sinar Ekagrata yang seolah menelan diri Dedes.

Ketika pekuwuan Tumapel jatuh dan rakyat mengepung ibu kota, sang Paramesywari ken dedes menangis. Tunggul ametung tewas dan tumapel dikuasai Rakyat.

Dedes merasa kekuasaan yang selama ini dipegangnya lenyap. Dia seolah jatuh, sampai Dang Hyang lohgawe mengumumkan:
” Dalam kemenangan ini semua telah memberikan Dharmanya. Juga Paramesywari Tumapel, anak mpu parwa, ken Dedes juga bersama kalian dalam pergulatan “Revolusi” ini. Oleh karena itu, Ken Dedes tetap Paramesywari”

Baca Cuk:  Potret Kamar Kos Dari Berbagai Negara, Nomer 4 Greget

Ketika memasuki bilik Paramesywari ken dedes berhenti di depan peraduan. Kini dia harus berbagi tempat dengan seorang lelaki yg dicintainya secara tulus, Ken Arok. Tapi dedes tak rela berbagi kekuasaan dengannya. Dan kini dia harus berbagi tempat dengan paramesywari lain, Ken Umang. Ia tidak ingin berbagi peraduan dan berbagi kekuasaan dengannya.

Dedes mengerti, ken arok mempunyai cara berperang tanpa membuka gelar. Dengan cara seperti itu, tak mungkin dia terkalahkan.

PESTA
Hal paling indah dalam pesta adalah ketika di jalanan, membawa spanduk, bendera, memegang megaphone sambil mengumandangkan slogan slogan agitativ di sepanjang jalan malioboro, Yogyakarta. Sesekali melirik gadis cantik yang lewat. seolah tubuh menjadi ringan dan semuanya menjadi begitu jernih. Atau ketika memasuki fakultas-fakultas UIN sunan kalijaga dan berorasi. Tegap berdiri dengan suara menggelegar memantul dari dinding fakultas. Atau memberikan selebaran pada mahasiswi cantik, dengan seulas senyum dan mahasiswi itu membalas dengan senyuman yg lebih anggun. Itulah pesta. MAHASISWI CANTIK ITU JARANG BACA BUKU. makanya seulas senyum akan memotivasinya untuk membaca yg kita pikirkan. Dan menurutku, inilah Sebuah pesta yang dinamik, dialektik dan romantik. Bejejalan diantara ribuan ide dan slogan slogan agitatif.

CINTA
Kupikir cinta itu tidak pernah memberi syarat, tapi cinta datang bersama isyarat yg kita sendiri tidak akan pernah mampu mendefinisikannya. Yg bersyarat bukan cinta, tapi obsesi. Harus ini harus itu, mau ini mau itu… dan itu bukan cinta.

Baca Cuk:  Persiapan Mudik Anak Kos, Anak Kos Wajib Baca

Cinta yg kurasakan begitu sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan oleh api kepada kayu yang menjadikannya abu. Atau seperti isyarat yang tak sempat diucapkan oleh awan, kepada hujan yang menjadikannya tiada. Itulah definisi cinta yg tidak pernah terdefinisikan. Semuanya begitu lembut dan dingin.. mirip es krim.

sumber: facebook

BERBAGI
anakkos
Redaksi menerima tulisan seputar anak kos, baik berupa tips trik maupun cerita anak kost. kirim ke email redaksianakkos@gmail.com