Beranda Kisah Catatan Senja Mantan Anak Kos

Catatan Senja Mantan Anak Kos

53
catatan senja kamar anak kos

anakkos . com – Kali ini anak kos akan menayangkan tentang catatan mantan anak kos yang kini tinggal dipedesaan menanggapi peristiwa kekinian di negeri ini. simak catatan senjanya berikut ini

Salah satu perbedaan manusia dengan binatang adalah kenangan dan kenangan paling indah itu saat kuliah. Mahasiswa itu HARUS dengan tegap dan tegas untuk mengatakan TIDAK pada dukung mendukung kekuasaan. Harus diakui situasi nasional sekarang sangat EMOSIONAL, dan susah untuk diajak berpikir mengenai kondisi kemanusiaan. Bahkan dikonteks global suasana KEBENCIAN itu sangat massif. Justru di AS waktu pemilu Trump berhadapan dengan Hillary juga nggk kalah emosionalnya dengan Indonesia, saya TAHU SENDIRI karena dulu digabungkan di grup media sosial PENDUKUNG TRUMP. Musuh elektoralnya Trump kan Hillary tapi yg dikritisi kelompok trump malah soal Ras, agama lain, negara lain

… tapi menurutku kebencian itu biasa.

Tapi itu tidak penting, yg paling penting itu Mahasiswa NGGAK BOLEH dukung mendukung capres cawapres dan kekuasaan, biar bisa BERPIKIR JERNIH. sebenarnya SATU-SATUNYA oposisi di Indonesia itu ya mahasiswa, Elit politik itu bicara tawar menawar kekuasaan. Kalo Pemerintah membuat kebijakan yang Revolusioner ya HARUS DIDUKUNG untuk lebih revolusioner dan BERDAULAT dalam ekonomi dan politik. Sebaliknya ketika pemerintah melakukan tindakan kontra revolusioner ya harus dikritik, kalau perlu DEMONSTRASI.

Saya suka waktu jadi mahasiswa, tidak ada hari tanpa diskusi dan aksi. Istirahat itu hanya untuk memulihkan tenaga biar bisa diskusi dan aksi lebih radikal. Kritik oto kritik tanpa ampun itu sangat penting dalam roda organisasi. medan ideologi, medan politik dan medan organisasi, disitu akan melahirkan kritik medan gerakan yg lebih progresif. Tiap aksi itu isunya tolak, Dari tolak IMF, tolak WTO, tolak World Bank, tolak upah murah, tolak kenaikan Harga BBM, sepertinya nggk pernah aksi dengan tema TERIMA.

Baca Cuk:  Diplomasi Teras Kos

Menjadi mahasiswa itu ya harus tegas mengatakan TOLAK pada kebijakan yg tidak rasional. Jangan malah diam saja ketika ada kebijakan yg merugikan rakyat. Menjadi OPOSISI tidak harus membenci, karena rasa benci itu susah diajak untuk diskusi yg serius, apalagi diskusi FILSAFAT. Dalam berorganisasi itu NGGAK BOLEH MENJUNJUNG TINGGI SENIORITAS, karena senioritas ini juga susah untuk diajak kritik oto kritik tanpa ampun dan kadang terjebak pada subyektifisme. kalo kebijakan subyektifisme cuma dalam lokal kampus sih enteng konsekuensinya. Kalo subyektifisme lahir dari kebijakan subyektifis model Aidit yg membuat onar dan melahirkan Gerakan 30 September 65 ya bisa meruntuhkan kebijakan strategis.

tapi senja ini begitu kurang nyaman untuk refleksi….. Mahasiswa itu MASSA AKSI dan massa aksi itu adalah seperti yang dikatakan Tan Malaka:

” Aksi-massa tidak mengenal fantasi kosong seorang tukang putch atau seorang anarkis atau tindakan berani dari seorang pahlawan. Aksi-massa berasal dari orang banyak untuk memenuhi kehendak ekonomi dan politik mereka”

Aksi itu harus BUKAN FANTASI KOSONG, tapi sebuah kritik oto kritik tanpa ampun pada globalitas, nasionalitas dan lokalitas kita…

Selamat malam…..

Catatan Senja Mantan Anak Kos

BERBAGI
anakkos
Redaksi menerima tulisan seputar anak kos, baik berupa tips trik maupun cerita anak kost. kirim ke email redaksianakkos@gmail.com