Beranda Uncategorized ISLAM DAN PROBLEM LOGOSENTRISME

ISLAM DAN PROBLEM LOGOSENTRISME

62
islam dan bendera tauhid

anak kos.com Kalau kita membaca kembali sejarah pemikiran Islam mulai dari awal sampai kontemporer hari ini, kita akan menemukan PATAHAN-PATAHAN ARKEOLOGI pemikiran yg menurutku bisa menjadi pembanding. Pada masa dinasti umayyah sangat berkembang pemikiran mu’tazilisme yg di ajarkan oleh abu hasyim bin muhammad al hanafiyya bin ali bin abi thalib. mu’tazilisme adalah OPOSISI pemikiran dogmatis yg disebarkan oleh Bani umayyah dengan MEMPRODUKSI banyak sekali hadis palsu untuk MENINA BOBOKAN umat islam agar tidak memberontak. disinilah awal masuknya buku-buku dari yunani dan persia terutama dalam filsafat. Pemikiran islam menggeliat dan mulai berkembang sampai lahirnya Bani Abbas yang menjadikan Mu’tazilisme sebagai madzhab negara. pada waktu bani umayyah berkembang dua oposisi pemikiran yg dipelopori oleh anak-anak imam ali yaitu Syiah dan muitazilah.

Paska mundurnya dinasti abbasiyyah ini pemikiran filsafat dan mu’tazilisme mulai diburu oleh kelompok skripturalis untuk dihancurkan. Inilah awal kemunduran pemikiran islam. Tidak ada ALTERNATIF PENAFSIRAN teks Nash (qur’an hadis) yg dibolehkan berkembang oleh PENGUASA OTORITAS politik dan keagamaan. Inilah awal lahirnya ZAMAN LOGOSENTRISME.

Di sini saya meminjam pemikiran mohammed arkoun untuk melakukan kritik nalar dalam sejarah epistemologi Islam. Yang dimaksud dengan logosentrisme dalam pemikiran mohammed Arkoun adalah
* Pemikiran Islam hari ini DIKUASAI oleh nalar dogmatis dan absolut yg lebih bersifat estetik-etik daripada ilmiah. pemikiran ini tidak mengakui pembacaan lain selain yg sudah disepakati oleh PENGUASA OTORITAS PENAFSIRAN.
* Ruang lingkup fungsi nalar DIBATASI pada bidang-bidang tertentu seperti metafisika, teologi, moral, hukum
* Kegiatan nalar hanya bertumpu pada logika-logika umum dan menggunakan metode deduksi, analogi, implikasi dan oposisi.
* Data-data empiris ditransendensikan menjadi suatu kebenaran untuk melegitimasi hasil interpretasi pribadi dan alat berapologi.
* Cenderung menutup diri dari interpretasi sejarah, sosial, budaya, etnik sehingga menjadi satu satunya wacana yang HARUS DIIKUTI secara seragam dan taklid. Menggunakan kajian HERMENEUTIS untuk membedah wacana keagamaan yg lain tidak dibolehkan sehingga perkembangan dialektika pemikiran menjadi mandeg. Ada perkembangan terbaru di mesir yg dipelopori Syeikh Ali jum’ah mantan grand mufti yg menggunakan Sosiologi untuk melakukan istinbath hukum.
* Lebih mementingkan suatu wacana lahir yg terproyeksikan dalam ruang bahasa yg terbatas sesuai dengan kaidah bahasa dan cenderung mengulang sesuatu yang lama.

Baca Cuk:  Permainan Game Yang Bisa Kamu Jadikan Konten Youtube

mundurnya tradisi pemikiran islam juga sangat dipengaruhi oleh faktor KETEGANGAN antara agama dan filsafat yg pada akhirnya filsafat islam terhambat oleh KEMENANGAN kelompok skripturalis dimana PENAFSIRAN ALTERNATIF terhadap Nash (al qur’an hadis) terhambat oleh BERKUASANYA ideologi skripturalisme.

 

sumber: facebook

BERBAGI
anakkos
Redaksi menerima tulisan seputar anak kos, baik berupa tips trik maupun cerita anak kost. kirim ke email redaksianakkos@gmail.com