Beranda Kisah Tips Menulis Setebal 200 Halaman dalam 12 Hari

Tips Menulis Setebal 200 Halaman dalam 12 Hari

Belakangan, Kyai Edi mendisiplinkan diri menulis 3 jam setiap hari setelah shalat subuh. Itu mungkin rahasianya.

4
edy mulyono diva press basa basi
edy mulyono

hai hai anak kost semuanya, pernah kepikiran gimana cara menulis? kalau ya, jawabnya simple tulislah apa yang ada didalam isi kepalamu. wkwkw

artikel kali tentang cerita salah satu ceo penerbit buku di Jogja yang sukses, yaitu Edy Mulyono. awalnya saya membaca tulisan Mz Iqbal Aji Daryono tentang buku baru Kyai Edi Mulyono, rasanya membuatku ingin ikut termenung di kening kekasihnya Mas Fathur. Buku berjudul “Islam-ku, Islam-mu, Islam Kita” setebal 200-an halaman itu dikerjakan Kyai Edi hanya dalam waktu 12 hari. Luar biasa!

Menurut Mas Iqbal, Kyai Edi memang “nggilani” (saya gak ngerti betul artinya, tapi sepertinya keren). Belakangan, Kyai Edi mendisiplinkan diri menulis 3 jam setiap hari setelah shalat subuh. Itu mungkin rahasianya.

Saya jadi ingat Laura Vanderkam, kolumnis USA Today yang menulis buku “What The Most Succesful People Do Before Breakfast”. Menurut Laura, sebagian besar kita telah menyia-nyiakan anugerah Tuhan berupa pagi hari. Ketika kita masih malas-malasan di tempat tidur, ada orang yang sudah beres memasak untuk anak-anaknya, sudah lari 5 kilometer, atau sudah menulis 10-20 halaman seperti Kyai Edi, yang juga pemilik cafe basa basi.

Tips Menulis Setebal 200 Halaman dalam 12 Hari

Menurut Laura yang juga menulis buku “168 Hours” (tentang bagaimana mengatur 168 jam dalam seminggu agar efisien) itu, sekiranya kita bisa memulai pagi hari dengan mendisiplinkan diri, maka sisa hari seterusnya niscaya akan bermakna. Barangkali ini sebabnya kenapa di sekolah-sekolah militer atau kedinasan, hal awal yang diajarkan kepada siswa adalah merapikan tempat tidur setelah bangun di pagi hari. Tempat tidur wajib dirapikan karena tempat itulah yang akan pertama kali mereka temui setelah pulang dari lelah seharian.

Yang menarik di buku Laura itu adalah bagaimana mengubah tekad menjadi kebiasaan. Tekad mungkin bagus, tapi ia bisa berubah. Menurut survey, tekad seseorang pada umumnya kolaps di sore hari. Orang yang bertekad diet di pagi hari, sebagian besar gagal dan malah makan ngegragas di sore hari. Ini juga berlaku untuk hal lain. Pertengkaran berudu dan kelelawar di medsos sebagian besar terjadi di sore atau malam hari, padahal mungkin di pagi hari mereka sudah bertekad akan saling menyayangi sebagai sesama mahluk Tuhan meski berbeda matra.

Lain halnya dengan kebiasaan. Ia cenderung resisten pada perubahan. Seperti ritual menyikat gigi sebelum tidur. Pada awalnya itu mungkin semacam “saya bertekad akan gosok gigi nanti malam”, tapi lama-lama akan berubah jadi kebiasaan kalau sudah terasa arti pentingnya, misalnya bagi kesehatan dan keharmonisan rumah tangga.

Jadi tekad juga perlu woles. Karena menurut buku Laura itu: seperti halnya otot, tekad bisa mengalami kelelahan akibat pemakaian yang berlebihan.

itulah rahasia Tips Menulis Setebal 200 Halaman dalam 12 Hari, tapi sebenarnya tips memanfaatkan waktu pagi hari untuk hal yang lebih produktif.

BERBAGI
anakkos
Redaksi menerima tulisan seputar anak kos, baik berupa tips trik maupun cerita anak kost. kirim ke email [email protected]